Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama resmi dibuka . Foto: Tangkapan layar situs Kartu Prakerja yang sudah mulai bisa diakses masyarakat. Masa pendaftaran gelombang pertama Kartu Prakerja dilakukan sejak Sabtu (11/4) malam hingga Kamis (15/4) sore.
Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama resmi dibuka . Foto: Tangkapan layar situs Kartu Prakerja yang sudah mulai bisa diakses masyarakat. Masa pendaftaran gelombang pertama Kartu Prakerja dilakukan sejak Sabtu (11/4) malam hingga Kamis (15/4) sore. (foto : tangkapan layar)

Pendaftaran kartu prakerja sudah dibuka sejak Sabtu 11 April 2020.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Pemerintah memastikan, pendaftaran kartu prakerja sudah dapat dilakukan sejak Sabtu (11/4). Untuk gelombang pertama, masa pendaftaran dilakukan sampai Kamis (16/4) yang ditargetkan mampu merekrut setidaknya 164 ribu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman www.prakerja.go.id yang dapat diakses selama 24 jam setiap hari. Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan saat mendaftar, dapat melapor melalui call center di (021)25541246.

“Call center dibuka setiap Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 19.00 WIB, atau bisa juga diemail di info@prakerja.go.id,” tutur Airlangga saat membuka acara Launching Kartu Prakerja melalui teleconference, Sabtu (11/4) malam.

Persyaratan untuk menjadi peserta Kartu Prakerja adalah warga negara Indonesia dengan usia minimal 18 tahun. Mereka tidak sedang sekolah ataupun kuliah atau belum mendapatkan kerja.

Airlangga mengatakan, pemerintah mengajak mereka yang terdampak tekanan ekonomi akibat penyebaran virus Covid-19 untuk ikut mendaftar. “Kami juga mengajak pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan dan pelaku usaha mikro kecil yang tutup usaha karena dampak pandemi Covid-19,” katanya. 

Pendaftaran gelombang pertama akan ditutup pada Kamis pukul 16.00 WIB. Bagi masyarakat yang mendaftarkan di atas jam tersebut, secara otomatis akan masuk dalam gelombang kedua tanpa mengulang proses pendaftaran.

Apabila semua data pendaftar gelombang pertama sudah terkumpulkan, Pelaksana Program Kartu Prakerja akan melakukan kroscek dengan data terkait di lintas kementerian/ lembaga. Di antaranya, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial maupun data kependudukan yang dikelola Kementerian Dalam Negeri.

Airlangga menjelaskan, peserta yang menerima Kartu Prakerja akan diberikan pemberitahuan melalui surat elektronik dan/atau SMS. “Kartu Prakerja bukanlah kartu fisik, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan,” ucapnya.

Peserta dapat memilih pelatihan yang diinginkan di berbagai platform digital mitra resmi program Kartu Prakerja seperti Tokopedia, Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

Sampai akhir tahun, pemerintah berencana membuka pendaftaran lebih dari 30 gelombang pendaftaran. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp 20 triliun.

Sumber: Republika.co.id

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Halo, ada yang bisa kami bantu?
Powered by